hari minggu kemarin tanggal 24 november 2014 saya bersama mengantar tamu
dari belanda dan india untuk melihat-lihat kehidupan masyarakat dayak
di rumah betang (long house) rumah betang yang kami tuju adalah rumah
betang di ensai panjang. tepatnya di desa baning panjang kecamatan
kelam, kabupaten sintang. rumah betang disana benar-benar masih alami
sekali. penghuni rumah betang masih memegang teguh semangat gotong
royong, dan masih menjaga warisan nenek moyang mereka. salah satu yang
menjadi andalah mereka adalah membuat kerajinan menenun. menurut cari
penduduk disana hampir setiap bulan bahkan hampir setiap minggu ada
turis asing datang kesana. ada yang sekedar berkunjung seperti kami ada
juga yang datang untuk melakukan penelitian, pada saat kami kesana
kebetulan ada salah satu mahasiswi asal francis yang sedang berada
disana untuk melakukan penelitian. menurut informasinya sang mahasiswi
tersebut akan berada disana selama 3 bulan, dan menurut rencana pada
tanggal 30 november 2014 ini akan ada kunjungan dari pihak malaysia
kesana diperkirakan akan ada sekita 50 orang yang akan kesana. rumah
betang di ensait panjang tersebut sangat menarik perhatian dari turis
asing untuk berkunjung namun ironisnya akses jalan kesana tidak lah
mudah. jalan kesana sangat tidak terurus. lobang besar ada di sepanjang
jalan menuju kesana. belum lagi batu besar-besar yang siap merusak
kendaraan anda. menurut pengakuan masyarakat setempat janji pemerintah
sudah sejak dulu akan memperbaik akses jalan kesana, namun sampai saat
ini belum ada sama sekali realisasi. janjinya hanya besok dan besok.
padahal wisata rumah betang ini sangat menjanjikan dan mampu untuk
membawa nama kabupaten sintang di mata dunia. karna beberapa tahun lalu
pernah ada kunjungan dari 128 negara kesana. lalu dimana rasa malu
pemerintah kita?
Sumber
Sumber






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar anda. terima kasih bila anda berkomentar dengan santun.. salam dari seluruh admin